Ajak Semangat Lawan Pandemi, Pelajar SD Mugeb Gresik Keluarkan Jingle

Ajak Semangat Lawan Pandemi, Pelajar SD Mugeb Gresik Keluarkan Jingle
Dua pelajar SD Mugeb Gresik saat membawakan jigle ‘Kita Semua Harus Survive’ (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
Pewarta:  | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, GRESIK – Pelajar SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb) mengajak masyarakat tetap semangat hadapi pandemi Covid-19. Melalui jingle berjudul ‘Kita Semua Harus Survive’, mereka menyampaikan pesan berharga.

Jingle tersebut diapresiasi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat kegiatan lainching di SD Muhammadiyah 1 GKB, kemarin. Acara yang dikemas dalam acara Ge Talk 9.9 disiarkan langsung melalui zoom meeting dan diikuti oleh 823 siswa-siswi.

Sebelum melaunching jingle, perempuan yang akrab dipanggil Bu Min, menyapa seluruh siswa melalui daring dan luring Ia juga mengimbau siswa-siswi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Dua pelajar SD Mugeb Gresik bWabup Aminatun Habibah bersama Kepala SD Mugeb Gresik M Nor Qomari saat launching jingle (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

“Meskipun anak-anak sudah diperbolehkan untuk belajar, harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” katanya, Jumat (10/9/2021).

Menurut Bu Min, jingle ini memiliki pesan yang tersirat. Para anak-anak ingin menyampaikan, meski pandemi harus tetap semangat belajar dan menggapai cita-cita.

“Lagu itu dapat memotivasi anak-anak kita untuk tetap terus semangat belajar di masa pandemi ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SD Mugeb M Nor Qomari menceritakan, pembuatan jingle tersebut diawali pada Mei 2021. Dalam kondisi apapun keadaannya, semua harus bisa survive.

“Di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dengan semangat Al Insyirah kita jadikan pandemi sebagai pemicu untuk tetap bergerak dan berusaha untuk lebih baik lagi,” terang Ari.

Contohnya saja Dinosaurus, lanjut Ari, hewan yang besar dan kuat tetapi jika tidak bisa survive maka akan punah. Sebagai manusia yang diberi Allah akal pikiran harus bisa berfikir bagaimana cara agar bisa survive di tengah pandemi.

Dalam pembuatan lagu tersebut, Ari berkolaborasi dengan Rafie Cakrada. Seniman musik yang akrab dipanggil Papa Rafie itu berasal dari Panceng.

“Mulai dari lirik dan nadanya hingga video clip yang melibatkan berbagai komponen yang terdampak pandemi, seperti tenaga kesehatan, ojek online, nelayan, polisi,  pedangan dan petani,” ujarnya.

Namun dibalik tantangan itu ia merasa puas dengan hasil yang diperoleh. Rafie berharap lagu tersebut dapat menginspirasi anak-anak.

“Khususnya masyarakat Gresik untuk terus bergerak dan survive di masa pandemi ini,” tutupnya menanggapi pelajar SD Mugeb di Gresik keluarkan jigle untuk semangati masyarakat saat pandemi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *