Ini Kunci Sukses SD Mugeb Raih Juara Umum II dan Pesilat Terbaik di Kejuaraan Tapak Suci Unair

Dari kiri Suha Nabiila Prayitna, Kinar Pramesti Lituhayu, Najwa Asmiranda, dan Nadiyah Rasyadah

Empat siswa SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik berhasil mengharumkan nama sekolah di ajang 10th Airlangga Championship Tapak Suci National Open 2019, yang berlangsung Senin-Kamis (21-24/10/19), di Kampus C Unair Surabaya.

Mereka adalah Suha Nabila Prayitna (V-Faqih Usman), Najwa Asmiranda (VI-Ali Bin Abi Thalib), Kinar Pramesti Lituhayu (V-Faqih Usman), dan Nadiyah Raayadah (V-Ar Fakhruddin).

Suha Nabila Prayitna meraih juara I kategori seni tunggal putri tangan kosong usia dini, Sedangkan untuk seni ganda putri tangan kosong usia dini diraih oleh Najwa Asmiranda dan Kinar Pramesti Lituhayu sebagai juara II.

Untuk Kategori fight, kembali Suha Nabila Prayitna raih juara I kelas C, Nadiyah Rasyadah juara I kelas B, dan Kinar Pramesti Lituhayu juara III kelas F.

Dinobatkan sebagai pesilat terbaik, Suha Nabila Prayitna mengaku tak menyangka dan tidak ada firasat apa-apa. “Alhamdulillah, senang. Ketika latihan selalu saya ikuti arahan dari Ustadz Yusuf,” ujarnya.

Selain mendapatkan piagam penghaŕgaan pesilat terbaik usia dini, SD Mugeb juga meraih juara umum II golongan usia dini.

Mohammad Nur Yusuf ST KUa, sang pelatih Tapak Suci mengatakan sebelum lomba anak-anak sudah banyak melakukan latihan. “Ketika latihan sudah diciptakan suasana seleksi prestasi dengan target poin disamping bakat, disiplin, serta dukungan dari sekolah dan orang tua,” katanya.

Menurutnya, fase kedisiplinan sangat berpengaruh pada mental juang anak untuk menjadi seorang pemenang. Oleh karena itu jauh hari sebelum turnamen ini pelatih sudah menjaring poin dengan acuan standar pesilat nasional.

“Kami para pelatih selalu belajar dari tim-tim tangguh jawa timur, seperti MBA spartan Surabaya, TSPM Bondowoso, TSPM Jember, maupun Lamongan, Al Mizan. Mereka semua partner sekaligus rival tolak ukur bagi kami. Sehingga target kami tak jauh berbeda dengan tim-tim  tersebut. Menjadi yang terbaik diantara yang baik-baik,” ujarnya.

Dengan adanya prestasi ini, Yusuf mengajak anak-anak untuk selalu  bersyukur dan tidak lupa diri. Di atas langit masih ada langit. Artinya kita akan selalu berbenah dan tetap mempertahankan prestasi ini kedepannya. Itu pun tak lepas dari keterlibatan semua unsur pendukung. Mulai dari Atlet, pelatih, orang tua, maupun sekolah.

“Tanpa kerjasama yang baik pastilah sulit bagi pelatih menentukan target sehingga kami selaku pelatih utama bagi kader‐kader kami yang tersebar di beberapa unit latihan di Gresik berharap selalu membangun kebaikan untuk generasi dalam mewujudkan Syiar kami yang bermoto Prestasimu adalah Dakwahmu,” ujar Yusuf, sapaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X