Lima Manfaat Siswa Ikuti Ekstrakurikuler

Kegiatan OST secara daring SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (tangkapan layar Mar’atus/PWMU.CO)

PWMU.CO – Lima manfaat siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler disampaikan Alimmatul Ghoriyah SH dalam kegiatan Olahraga, Seni, dan Teknologi (OST) Collabs Edition. Acata bertema Upgrade Your Skill with OST ini digelar secara daring, Rabu (10/2/21)

Koordinator OST SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik ini menjelaskan lima manfaat itu. Pertama belajar mengatur waktu. Dengan mengikuti ekstrakurikuler siswa bisa lebih disiplin dan bisa mengatur waktu.

“Siswa bisa lebih memanajemen waktu dengan baik.Bisa membuat jadwal, semisal pagi mengikuti Zoom pembelajaran, siang sampai sore ikut ekstra,” ujarnya.

Yang kedua, lanjutnya, lebih percaya diri. Dengan mengikuti ekstrakurikuler siswa bisa lebih berani menunjukkan kemampuannya. “Kalau ikut ekstra ndak boleh pemalu, harus berani tampil dan menunjukkan bakatnya,” tutur wanita berdomisili di Dukun, Gresik ini.

Kemampuan Sosial yang Baik

Ima, sapaan akrabnya, mengatakan manfaat ketiga adalah memiliki kemampuan sosial yang baik.Dengan mengikuti ekstra, sambungnya, siswa bisa memiliki banyak teman baru yang mungkin berbeda kelas dengan kalian.

“Apalagi ada OST Collabs SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) dan Berlian School seperti ini.Siswa bisa mengenal teman lebih banyak lagi,” paparnya, semangat.

Keempat, menyalurkan energi dan kreativitas.Agar energi siswa tidak terbuang sia-sia, lebih baik digunakan untuk mengikuti ekstrakurikuler. Jika mengikuti ekstra, energi siswa akan tersalur menjadi hal yang positif dan tentunya bisa menumbuhkan kreativitas mereka.

Kelima, lanjutnyam, mengembangkan minat dan bakat. “Siswa memiliki bakat dan kesukaan masing-masing. Ada yang suka melukis, berkuda, bermain musik, menari, dan banyak lagi, kemampuan itu bisa kita asah dan kembangkan di ekstrakurikuler,” tambahnya.

Masa Untuk Mencoba Banyak Hal

Hal senada juga disampaikan narasumber kedua, Mar’atus Sholichah. Koordinator OST SD Mugeb ini mengatakan selama usia masih muda, kita harus mencoba banyak hal sebagai bekal untuk masa depan.

“Yang ingin jadi dokter, boleh juga ikut ekstra MC, musik, dan yang lain, karena semua itu pasti bermanfaat untuk kita, mumpung masih muda, kita harus berani mengeksplor banyak hal,” ujarnya memotivasi peserta zoom.

Mar’ah, sapaan akrabnya, memaparkan ekstrakurikuler yang dimiliki SD Mugeb dan Berlian School, mulai dari menari, vlogger, melukis, musik, robotik, bahasa Jepang, film indie, futsal, panahan, berkuda, basket, dan tapak suci.

Selama pandemi, tuturnya, kegiatan ekstrakurikuler tidak bisa berjalan normal seperti biasanya.”Meskipun begitu, kita tetap berusaha maksimal menyediakan ruang untuk kalian, ada beberapa ekstra yang masih tetap berjalan via zoom,” ujarnya.

Siswa, tekannya, harustetap semangat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti halnya saat masuk sekolah. “Tetap semangat yaa mengikuti ekstra, semoga pandemi segera berakhir, agar kita bisa bertemu di sekolah dan mengikuti ekstrakurikuler seperti dulu,” ajaknya.

Sinergi Sekolah Muhammadiyah GKB

Kepala SD Mugeb M Nor Qomari SSi mengungkapkan OST Collabs ini merupakan salah satu bentuk sinergi sekolah Muhammadiyah GKB.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi 2 sekolah dalam jenjang SD, yaitu SD Mugeb dan Berlian  School dalam bidang OST,” ujarnya.

Ari, sapaannya, menjelaskan sebagai sekolah ramah anak, SD Mugeb menghadirkan wadah seluas-luasnya bagi potensi siswa yang beragam.

“Kami memiliki program OST yang beragam agar bisa maksimal dalam memenuhi hak siswa, apapun potensi mereka akan digali dan dikembangkan disini, salah satunya lewat kegiatan OST Collabs,” lanjutnya.

Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Berlian School Nur Hamidah SPdmengatakansebagai bentuk sinergi kegiatan ini bisa memberikan keefektifan belajar dan pengalaman bagi siswa.

“Harapan diadakan OST Collabs ini yakni bisa menyambung silaturahmi antar pembina OST dan para peserta OST dari dua sekolah.Partisipan OST daring juga diharapkan bisa naik jika dilaksanakan secara collabs,” tandasnya.(*)

Penulis Novita Zahiroh. Editor Ichwan Arif.

Sumber : https://pwmu.co/178957/02/18/lima-manfaat-siswa-ikuti-ekstrakurikuler/

Kisah Ruru & Momo

 

https://www.instagram.com/tv/CLVXlp8JkBp/?igshid=1sliuzgtppe69

Selamat pagi sahabat literasi mugeb, tetap semangat ya belajar di rumah

Oh iya sahabat mugeb, yuk kita simak cerita hari ini dari ustdzah Rizka Sri Wulandari yang menceritakan tentang seorang sahabat yang suka menolong orang lain tanpa meminta balasan, yuk simak cerita lengkapnya hanya di IGTV ❤️

☺️ Selamat menyaksikan

ISO 21001:2018 dan Kualitas Pendidikan

Nanang Sutedja SE MM, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik

Repost IBTimes.ID – Tuntutan masyarakat terhadap kualitas lembaga pendidikan sangat tinggi. Mulai dari institusi sekolah harus mampu meluluskan peserta didik yang terampil, mereka bisa berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan cara-cara kerja baru dalam lingkungan yang beragam.

Hal inilah yang disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Nanang Sutedja SE MM dalam kegiatan Sharing Session: Audit Sistem Manajemen Mutu dengan tema Ensure the Quality, Sabtu (13/2/21) di Aula SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik.

Nanang Sutedja menjelaskan bahwa untuk bisa mewujudkan harapan besar dari orangtua peserta didik, sekolah Muhammadiyah khususnya, bisa menggunakan sistem manajemen mutu. Sistem ini bisa untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan memungkinkan perbaikan yang berkelanjutan.

Audit sistemnya dilakukan sebagai alat untuk memeriksa sejauh mana organisasi menerapkan sistem manajemen mutunya. Hal inilah yang sekarang dirawat sekolah Muhammadiyah Gresik Kota Baru (GKB) Gresik, mulai dari SD Muhammadiyah 1 GKB, SD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB. Empat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik ini menerapkan ISO 21001:2018.

Manfaat Penerapan ISO 21001:2018

Nanang Sutedja mengatakan penerapan ISO di lembaga pendidikan, khususnya sekolah Muhammadiyah GKB Gresik adalah visi, misi, tujuan, dan rencana apliksi pendidikan diselaraskan di awal proses. Hal dilakukan agar kiblat pendidikan yang ditargetnya bisa dicapai.

“Prinsip ISO adalah berfokus pada pemenuhan persyaratan dan harapan tenaga pendidik dan para stakeholder dalam penyelengaraan layanan pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, prinsip ISO kedua adalah karakter pemimpin yang visoner. Tipe ini adalah melibatkan semua peserta didik dan penerima manfaat lainnya dalam membuat, menulis, dan melaksanakan misi, visi dan tujuan organisasi.

“ISO bisa digunakan alat proses dan evaluasi yang konsisten dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi,” imbuhnya.

Stimulasi Keunggulan dan Inovasi

Nanang Sutedja memaparkan pengaplikasian ISO di sekolah Muhammadiyah GKB menjadi sarana untuk terus meningkatkan pendidikan berkualitas. Pola pendidikan ini akan memberikan layanan pengajaran yang valuable (bernilai).

Semisal Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di saat pandemi ini. Guru sekolah Muhammadiyah GKB berinovasi dan terus meningkatkan pelayanan pendidikan dengan modal kreativitas pembelajaran secara virtual. Tidak sekadar pemanfataan Google Classroom, penggunaan Moodle, YouTube, maupun animasi dilakukan sehingga PJJ tidak kering.

Karena prinsipnya adalah perbaikan secara terus-menerus, maka ISO, It is essential for the organization that all individuals involved are competent, empowered and engaged in delivering value. (Penting bagi organisasi bahwa semua individu yang terlibat kompeten, diberdayakan, dan terlibat dalam memberikan nilai).

ISO memfasilitasi setiap guru untuk meningkatkan kompetensi sehingga mereka mampu memunculkan, mencipta, berkreasi, dan mewujudkan kreativitas dan inovasi. Maka, ISO bisa dijadikan alat untuk menstimulasi sehingga sekolah Muhammadiyah, khususnya di lingkungan AUM PCM GKB memiliki ciri khas berupa keunggulan.

Maka, lahirlah sekolah ramah anak, sekolah literasi, sekolah sehat nasional, sekolah olimpiade, sekolah para juara, maupun sekolah riset yang menjadi keunggunakan seperti yang sudah dilakukan sekolah Muhammadiyah GKB. Lahirnya ciri khas inipun tidak seperti membalikkan telapak tangan, tidak serta merta, langsung ada dan jadi. Untuk bisa mendapatkan membutuhkan energi, proses, bertumbuh, dan belajar. Salah satunya adalah pemanfaatan ISO 21001:2018 yang berorientasi pada mutu pendidikan.

Nanang Sutedja menjelaskan bahwa standar ISO 21001:2018 adalah sistem manajemen organisasi pendidikan yang disesuaikan dari ISO 9001: 2015. Standar ini disusun khusus untuk sektor pendidikan dalam mencapai tujuan dan menjalankan fungsi utamanya, yaitu memberikan pendidikan yang bermutu.. See – https://ibtimes.id/iso-210012018-dan-kualitas-pendidikan/