Enterpreneur Day SD Mugeb: Ajari Siswa Berwirausaha Sekaligus Berbahasa Inggris

Suasana Enterpreneur Day SD Mugeb

Ada pemandangan yang berbeda di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb). Pada jam istirahat, seluruh siswa berkumpul di sekitar koridor dan taman sekolah untuk mengikuti kegiatan Enterpreneur Day, Jumat (2/8/19).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Erna Ahmad MPd menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu program pengembangan diri di SD Mugeb. Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha pada siswa sejak dini sekaligus melatih mereka berkomunikasi dengan bahasa Inggris siswa.

“Kegiatan selling and buying ini diadakan setiap Jumat. Untuk itu kantin sekolah tutup, diganti anak-anak yang jualan. Dan dalam kegiatan jual beli ini harus memakai bahasa Inggris,” ungkapnya. 

Ada kejadian unik berkaitan dengan pemakaian bahasa Inggris itu. “Tadi ada siswa kelas I yang menangis di kantor karena dia pengen banget beli tapi ndak bisa ngomong bahasa Inggris. Jadi nangis sambil minta bantuan teacher -nya,” cerita Erna sambil tertawa.

Bermacam jajanan dijual oleh siswa kelas III dan IV. Sementara kelas I, II, V dan VI berperan sebagai pembeli. 

How much is it?” tanya Lakeisha Ara Febilova, siswa kelas V sambil menunjuk donat. 

” It is five thousand,” jawab Fatimah Azzahra, siswa kelas III, penjual donat tersebut.

Para siswa mengaku senang karena mendapat pengalaman yang berbeda dari biasanya yang sekadar beli jajan di kantin. “Enak kalo ada kegiatan ini. Jajanannya banyak macamnya. Murah meriah juga. Tadi aku beli spaghetti, donat, sama permen,” ujar Lakeisha.

Tak hanya siswa, ustadz dan ustadzah pun ikut membeli jajanan yang dijual siswa. “Saya tadi beli sushi sama donat mi, kebetulan belum sarapan, maknyuss,” ungkap Kaiisnawati, Wali kelas V A – Ahmad Dahlan.

Sosialisasi Program SD Mugeb: Ini yang Akan Dilakukan Siswa Setahun

Fony Libriastuti saat memberikan sambutan dalam sosialisasi program sekolah kelas V

Sosialisasi program sekolah kelas V SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb), Senin (29/7/19) merupakan hari terakhir dari rangkaian sosialisasi wali siswa yang digelar selama sepekan. Bertempat di Averroes Hall, acara yang sudah dilaksanakan sejak Sabtu (22/7/19) ini mengundang wali siswa kelas I-VI secara berkala.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dengan dirijen oleh Felisha Aura dan pembacaan ayat suci Alquran oleh Calista Almira, siswa kelas V.

Kepala SD Mugeb Fony Libriastuty SSi MSi mengucapkan terima kasih atas kehadiran para wali siswa. Dia menjelaskan, sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang Program Sekolah Tahun Pelajaran 2019/2020 agar wali siswa mengetahui kegiatan putra/putrinya pada tahun pelajaran tersebut. 

Dalam sambutannya, dia menyampaikan hal yang akan diterima oleh siswa di kelas V ini. “Putra-putri kita satu tahun ke depan akan mendapatkan beberapa hal, entah itu bidang akademik maupun bidang non-akademik. Oleh karena itu saran dan masukan akan dinanti,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fony juga memperkenalkan wali kelas V kepada wali siswa yaitu Ustadzah Kaiisnawati, Khofifah, Nurhayati, Nur Mahmudyah, dan Faridah Luthfiatul Jannah. Para wali kelas pun memperkenalkan diri disertai yel-yel.

Setelah perkenalan, Fony memberikan penghargaan kepada tiga orang perwakilan wali siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya kepada SD Mugeb.

Selanjutnya, Erna Achmad MPd, Waka kurikulum, menyampaikan program sekolah untuk kelas V, di antaranya Ceria Pandu Athfal, Patroli Keamanan Sekolah (PKS),  Paduan Suara Tematik Performance, Mugeb Care atau Baksos, Native Speaker,  Field Trip, Alquran Day, dan Pengembangan Diri.

Untuk program baru tahun pelajaran 2019/2020, kelas V akan mulai diberikan materi tambahan guna mempersiapkan sukses USBN.

Selain itu, Erna Achmad juga menyampaikan bahwa penanaman karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab juga dimasukkan dalam pembelajaran. Hal ini  mencakup karakter apa yg memang diharapkan dalam pembelajaran tersebut.

“Program pembiasaan pun juga akan terus ditanamkan pada siswa SD Mugeb, seperti tadarus pagi, infak, wudhu, shalat Dhuha, penyambutan kedatangan, pembinaan keterlambatan, hafalan Juz Amma, kantin kejujuran, shalat Dhuhur dan Ashar berjamaah, dan kultum siswa, sesuai jadwal yang sudah ditentukan sekolah,” papar Erna.

Sesi terakhir sosialisasi ditutup dengan tanya jawab wali siswa.

Di Sekolah Ini, Siswa Diajak Simulasi sebelum Ikuti Shalat Gerhana Bulan di Masjid Terdekat Rumah

Aditama mendampingi siswa praktik shalat gerhana

Fenomena gerhana bulan yang terjadi pada Rabu (17/7) dini hari mendapat perhatian dari SD Muhammadiyah 1 GKB. Sebanyak 442 siswa dari kelas IV-VI melakukan simulasi shalat gerhana, Selasa (16/7).

Adapun pelaksanaan simulasi shalat gerhana dilalukan di beberapa titik, yaitu aula, lapangan, dan di selasar gedung dengan didampingi oleh guru yang membimbing tata cara pelaksanaan shlat.

Sebelum melaksanakan simulasi, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya melaksanakan shalat gerhana bulan. “Simulasi ini sebagai bekal bagi para siswa untuk melakukan shalat gerhana bulan pada saat gerhana bulan tersebut terjadi,” kata Aditama, Koordinator Pembiasaan di SD Muhammadiyah 1 GKB.

Adi melanjutkan, pengetahuan tentang shalat gerhana patut diberikan kepada para siswa agar mereka tahu tentang cara shalat gerhana dan bisa mempraktikkan di masjid terdekat secara berjamaah.

Simulasi pelaksanaan shalat yang khusus dikerjakan ketika terjadi gerhana tersebut, ada yang bertugas menjadi imam, makmum, hingga khatib.

Selanjutnya Adi menceritakan pada masa Rasulullah, ketika ada gejala alam seperti gerhana bulan, Rasulullah  menyampaikam kepada para Sahabat untuk segera berkumpul. Lanjutnya, adanya gejala alam ini juga menandakan awal mula gejala kiamat, maka dianjurkan banyak beristighfar dan banyak bersedekah,” terang Adi.

Di depan siswa, Adi menjelaskan melaksanakan shalat gerhana mempunyai manfaat di antaranya sebagai rasa syukur. 

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa simulasi tersebut dilakukan sebagaimana tuntunan Shalat Gerhana atau Shalat Khusuf yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Berbeda dengan shalat Fardhu, shalat Khusuf didirikan atas dua rakaat di mana pada masing-masing rakaat terdapat dua kali ruku dan dua kali sujud,” tambah Adi. (Kaiisnawati)

X