Category Archives: Informasi Sekolah

Ini yang Disiapkan SD Mugeb untuk Baksos di Kedamean

Andi Bintang, Mayza Qorira AS, dan Rafsa Faiz M, didampingi Rijalul Fikri

SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik alias SD Mugeb akan melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) Idul Adha di Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang akan dilaksanakan Senin (12/9/19) itu akan melibatkan para siswa yang berkurban di sekolah, baik dalam bentuk syarikat maupun perorangan.

Ketua Pelaksana Idul Adha SD Mugeb Rijalul Fikri SPd menyatakan jumlah hewan kurban sampai saat ini sudah mencapai 10 ekor sapi dalam bentuk syarikat (patungan 7 orang) dan 5 ekor kambing dari perorangan. “Alhamdulillah, jumlah hewan kurban sudah melebihi target delapan ekor sapi syarikat,” ujarnya.

Koordinator Pembiasaan SD Mugeb Aditama SPdI menambahkan, meskipun target sudah terpenuhi, panitia tetap membuka kesempatan bagi yang ingin menyerahkan hewan kurban sampai hari Rabu (13/9/2019). “Bagi yang ingin berkurban, akan kami terima sampai hari Rabu untuk selanjutnya diserahkan ke Kantor Layanan Lazismu GKB,” terangnya.

Dia menjelaskan, SD Mugeb memiliki cara tersendiri untuk memotivasi siswanya agar semangat berkurban. “Kami mengedukasi siswa dengan cara masuk ke tiap-tiap kelas, memberi motivasi tentang asal mula kurban yang mengikuti teladan Nabi Ibrahim As dan manfaat berkurban. Kami juga memutarkan film asal mula perintah kurban dari Allah SWT agar anak-anak paham dasarnya,” papar Adi, sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, wali kelas juga berperan penting dalam memotivasi siswa ikut berkurban di sekolah. “Wali kelas pun juga ikut menguatkan, memotivasi anak-anak setiap hari dan juga mengajak wali siswa,” ujarnya.

Sejumlah tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing dari SD Mugeb akan disembelih di lokasi baksos. Tujuannya, untuk mengedukasi siswa tentang proses penyembelihan dan menumbuhkan jiwa kepedulian pada siswa. 

“Memang ada hewan kurban yang disembelih di sana, agar anak-anak bisa menyaksikan proses penyembelihan sekaligus berpraktik menyerahkan daging kurban secara langsung kepada yang berhak menerima sebagai bentuk dakwah sosial,” tutur Adi.

Siswa pengurban dari kelas V, Mayza Qorira AS, mengungkapkan sudah tidak sabar mengikuti kegiatan baksos. “Aku pengen cepet-cepet baksos,” ungkapnya.

Tak mau kalah, Andi Bintang dan Rafsa Faiz M juga menunjukkan antusiasnya menyambut kegiatan tahunan itu. “Ini bakal jadi baksos keduaku, seru sih, makanya ikut lagi,” ujar Faiz sambil tertawa. “Kalo ikut baksos bisa berbagi dan ketemu orang-orang baru.”

Sosialisasi Program SD Mugeb: Ini yang Akan Dilakukan Siswa Setahun

Fony Libriastuti saat memberikan sambutan dalam sosialisasi program sekolah kelas V

Sosialisasi program sekolah kelas V SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb), Senin (29/7/19) merupakan hari terakhir dari rangkaian sosialisasi wali siswa yang digelar selama sepekan. Bertempat di Averroes Hall, acara yang sudah dilaksanakan sejak Sabtu (22/7/19) ini mengundang wali siswa kelas I-VI secara berkala.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dengan dirijen oleh Felisha Aura dan pembacaan ayat suci Alquran oleh Calista Almira, siswa kelas V.

Kepala SD Mugeb Fony Libriastuty SSi MSi mengucapkan terima kasih atas kehadiran para wali siswa. Dia menjelaskan, sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang Program Sekolah Tahun Pelajaran 2019/2020 agar wali siswa mengetahui kegiatan putra/putrinya pada tahun pelajaran tersebut. 

Dalam sambutannya, dia menyampaikan hal yang akan diterima oleh siswa di kelas V ini. “Putra-putri kita satu tahun ke depan akan mendapatkan beberapa hal, entah itu bidang akademik maupun bidang non-akademik. Oleh karena itu saran dan masukan akan dinanti,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fony juga memperkenalkan wali kelas V kepada wali siswa yaitu Ustadzah Kaiisnawati, Khofifah, Nurhayati, Nur Mahmudyah, dan Faridah Luthfiatul Jannah. Para wali kelas pun memperkenalkan diri disertai yel-yel.

Setelah perkenalan, Fony memberikan penghargaan kepada tiga orang perwakilan wali siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya kepada SD Mugeb.

Selanjutnya, Erna Achmad MPd, Waka kurikulum, menyampaikan program sekolah untuk kelas V, di antaranya Ceria Pandu Athfal, Patroli Keamanan Sekolah (PKS),  Paduan Suara Tematik Performance, Mugeb Care atau Baksos, Native Speaker,  Field Trip, Alquran Day, dan Pengembangan Diri.

Untuk program baru tahun pelajaran 2019/2020, kelas V akan mulai diberikan materi tambahan guna mempersiapkan sukses USBN.

Selain itu, Erna Achmad juga menyampaikan bahwa penanaman karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab juga dimasukkan dalam pembelajaran. Hal ini  mencakup karakter apa yg memang diharapkan dalam pembelajaran tersebut.

“Program pembiasaan pun juga akan terus ditanamkan pada siswa SD Mugeb, seperti tadarus pagi, infak, wudhu, shalat Dhuha, penyambutan kedatangan, pembinaan keterlambatan, hafalan Juz Amma, kantin kejujuran, shalat Dhuhur dan Ashar berjamaah, dan kultum siswa, sesuai jadwal yang sudah ditentukan sekolah,” papar Erna.

Sesi terakhir sosialisasi ditutup dengan tanya jawab wali siswa.

Di Sekolah Ini, Siswa Diajak Simulasi sebelum Ikuti Shalat Gerhana Bulan di Masjid Terdekat Rumah

Aditama mendampingi siswa praktik shalat gerhana

Fenomena gerhana bulan yang terjadi pada Rabu (17/7) dini hari mendapat perhatian dari SD Muhammadiyah 1 GKB. Sebanyak 442 siswa dari kelas IV-VI melakukan simulasi shalat gerhana, Selasa (16/7).

Adapun pelaksanaan simulasi shalat gerhana dilalukan di beberapa titik, yaitu aula, lapangan, dan di selasar gedung dengan didampingi oleh guru yang membimbing tata cara pelaksanaan shlat.

Sebelum melaksanakan simulasi, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya melaksanakan shalat gerhana bulan. “Simulasi ini sebagai bekal bagi para siswa untuk melakukan shalat gerhana bulan pada saat gerhana bulan tersebut terjadi,” kata Aditama, Koordinator Pembiasaan di SD Muhammadiyah 1 GKB.

Adi melanjutkan, pengetahuan tentang shalat gerhana patut diberikan kepada para siswa agar mereka tahu tentang cara shalat gerhana dan bisa mempraktikkan di masjid terdekat secara berjamaah.

Simulasi pelaksanaan shalat yang khusus dikerjakan ketika terjadi gerhana tersebut, ada yang bertugas menjadi imam, makmum, hingga khatib.

Selanjutnya Adi menceritakan pada masa Rasulullah, ketika ada gejala alam seperti gerhana bulan, Rasulullah  menyampaikam kepada para Sahabat untuk segera berkumpul. Lanjutnya, adanya gejala alam ini juga menandakan awal mula gejala kiamat, maka dianjurkan banyak beristighfar dan banyak bersedekah,” terang Adi.

Di depan siswa, Adi menjelaskan melaksanakan shalat gerhana mempunyai manfaat di antaranya sebagai rasa syukur. 

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa simulasi tersebut dilakukan sebagaimana tuntunan Shalat Gerhana atau Shalat Khusuf yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Berbeda dengan shalat Fardhu, shalat Khusuf didirikan atas dua rakaat di mana pada masing-masing rakaat terdapat dua kali ruku dan dua kali sujud,” tambah Adi. (Kaiisnawati)

X