Orangtua Mengajar SD Mugeb: Gunakan HP secara Bijak, jika Tidak Bisa Berurusan dengan Polisi

Calista Almira sedang bertanya kepada Suprayitno

SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik alias SD Mugeb mendatangkan wali siswa untuk menjadi guru di sekolah dalam program “Orangtua Mengajar”, Jumat (9/8/19).

Kegiatan dilaksanakan di Averroes Hall SD Mugeb ini bertema “Aku Dapat Menggunakan HP Dengan Bijak” menghadirkan pembicara Suprayitno, orangtua Suha Az Zahra siswa kelas V Ahmad Dahlan dan Suha Nabila siswa kelas V Mas Mansyur.

Di hadapan 154 siswa, Suprayitno—Manajer Huawei Surabaya— itu menyampaikan menggunakan HP harus dengan bijak. Jika tidak, maka siap-siap berhubungan dengan pihak yang berwajib (polisi).

“Dengan berbekal HP kita bisa browsing . Kalau sudah pakai HP, identitas kita didaftarkan ke operator. Kalau menggunakan HP untuk hal yang salah, identitas kita akan dicari. Bagaimana cara mencari? Nama adik ada di kartu kecil jadi mudah terdeteksi,” terangnya.

“Saran saya, jangan mem-bully teman di media sosial atau di HP tersebut. Gunakan HP sebaik mungkin. Jika tidak digunakan dengan benar akan berhubungan dengan yang berwajib,” ujar lulusan Politeknik ITS ini.

Salah satu siswa, Faiq Asroril Ulum Arba, langsung nyeletuk, “Pak, kenapa HP bisa hang?”

“Karena sering dipakai, jadi range-nya lemot,” jawab Suprayitno.

Antusias siswa terlihat saat sesi tanya jawab. Mereka berebut untuk bertanya. Apalagi wali kelas sudah menyiapkan hadiah ballpoint karakter bagi siswa yang bertanya.

“Bagaimana cara menghilangkan virus Pak?” tanya Ibrahim Aafiq Afifi. 

“Dipasang antivirus saja,” jawab Suprayitno.

Selain Ibrahim ada juga siswa yang bertanya tentang dari mana datangnya virus dan kenapa baterai HP cepat habis.

Selanjutnya, di akhir acara, Suprayitno berpesan kepada siswa untuk tidak menggunakan HP selain kepentingan belajar. “Jangan digunakan untuk hal-hal negatif, seperti mem-bullyteman, menjelek-jelekkan teman, supaya tidak berurusan dengan pihak yang berwajib” jelasnya. 

Selain itu, sambungnya, juga supaya kita sehat. “Karena kalau sering HP-an, tubuh kita diam malas bergerak. Itu akan membuat kita tidak sehat. Sinar radiasi pada HP juga akan membuat mata lelah lama-lama nanti kita bisa pakai kacamata,” ujarnya.

Wali Kelas V Sudirman Faridah Luthfiatul Jannah SPd mengatakan, program ini diharapkan bisa menambah wawasan siswa mengingat anak-anak sekarang banyak yang menggandrungi Handphone (HP). “Inilah yang menjadi bahan diskusi para wali kelas V untuk mengundang wali siswa yang ahli di bidang ini agar terjun langsung mengingatkan anak-anak,” ujarnya.

Ini yang Disiapkan SD Mugeb untuk Baksos di Kedamean

Andi Bintang, Mayza Qorira AS, dan Rafsa Faiz M, didampingi Rijalul Fikri

SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik alias SD Mugeb akan melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) Idul Adha di Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang akan dilaksanakan Senin (12/9/19) itu akan melibatkan para siswa yang berkurban di sekolah, baik dalam bentuk syarikat maupun perorangan.

Ketua Pelaksana Idul Adha SD Mugeb Rijalul Fikri SPd menyatakan jumlah hewan kurban sampai saat ini sudah mencapai 10 ekor sapi dalam bentuk syarikat (patungan 7 orang) dan 5 ekor kambing dari perorangan. “Alhamdulillah, jumlah hewan kurban sudah melebihi target delapan ekor sapi syarikat,” ujarnya.

Koordinator Pembiasaan SD Mugeb Aditama SPdI menambahkan, meskipun target sudah terpenuhi, panitia tetap membuka kesempatan bagi yang ingin menyerahkan hewan kurban sampai hari Rabu (13/9/2019). “Bagi yang ingin berkurban, akan kami terima sampai hari Rabu untuk selanjutnya diserahkan ke Kantor Layanan Lazismu GKB,” terangnya.

Dia menjelaskan, SD Mugeb memiliki cara tersendiri untuk memotivasi siswanya agar semangat berkurban. “Kami mengedukasi siswa dengan cara masuk ke tiap-tiap kelas, memberi motivasi tentang asal mula kurban yang mengikuti teladan Nabi Ibrahim As dan manfaat berkurban. Kami juga memutarkan film asal mula perintah kurban dari Allah SWT agar anak-anak paham dasarnya,” papar Adi, sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, wali kelas juga berperan penting dalam memotivasi siswa ikut berkurban di sekolah. “Wali kelas pun juga ikut menguatkan, memotivasi anak-anak setiap hari dan juga mengajak wali siswa,” ujarnya.

Sejumlah tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing dari SD Mugeb akan disembelih di lokasi baksos. Tujuannya, untuk mengedukasi siswa tentang proses penyembelihan dan menumbuhkan jiwa kepedulian pada siswa. 

“Memang ada hewan kurban yang disembelih di sana, agar anak-anak bisa menyaksikan proses penyembelihan sekaligus berpraktik menyerahkan daging kurban secara langsung kepada yang berhak menerima sebagai bentuk dakwah sosial,” tutur Adi.

Siswa pengurban dari kelas V, Mayza Qorira AS, mengungkapkan sudah tidak sabar mengikuti kegiatan baksos. “Aku pengen cepet-cepet baksos,” ungkapnya.

Tak mau kalah, Andi Bintang dan Rafsa Faiz M juga menunjukkan antusiasnya menyambut kegiatan tahunan itu. “Ini bakal jadi baksos keduaku, seru sih, makanya ikut lagi,” ujar Faiz sambil tertawa. “Kalo ikut baksos bisa berbagi dan ketemu orang-orang baru.”

Perbanyak Kosa Kata, SD Mugeb Terapkan English Password di Pintu Gerbang Sekolah

Siswa SD Mugeb harus menyebutkan English Password saat masuk gerbang sekolah

SD Muhammadiyah 1 GKB, atau yang populer dengan sebutan SD Mugeb, menerapkan English Password tiap pagi di pintu gerbang sekolah, seperti tampak Jumat (9/8/19).

Saat para guru menyambut kedatangan siswa dengan menanyakan kabar, pertanyaan dilanjutkan dengan English Password yang berupa satu kosa kata dalam bahasa Inggris. Password itu selalu berbeda setiap hari.

How are you today? Have you pray Subuh?” tanya Erni Mafrudlo, Guru Al Islam yang sedang piket saat itu.

Alhamdulillah, I have pray Subuh” jawab Aisyah Firdausi, siswa kelas IV A.

What is your english password today?” tanya Erni lagi.

“Hemm … It’s a desk,” jawab Aisyah sambil melihat gambar meja tulis yang dibawa oleh Erni.

“Setiap siswa yang memasuki gerbang sekolah harus menyebutkan English Password,” tutur Erni saat diwawancarai PWMU usai penyambutan siswa. “Hari ini English Password-nya ‘It’s a desk’.”

Rizka Sri Wulandari, Guru Bahasa Inggris SD Mugeb mengatakan, program English Password ini bertujuan untuk membiasakan siswa berbicara bahasa Inggris. “Selain itu, pembiasaan ini dapat menambah perbendaharaan kata bahasa Inggris siswa,” terangnya.

Menurut dia, ada sedikit kendala dalam program ini, yaitu saat menanyakan English Password kepada siswa kelas I yang masih belajar membaca. “Hal ini membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga menyebabkan antrean panjang,” ujarnya.

Menurut siswa kelas VI E Iddo Armanta, program ini sangat membantu dirinya dalam menambah kosakata bahasa Inggris. “Bermanfaat sekali, banyak kata-kata yang aku baru tahu,” katanya sambil tertawa.

X