Tamu dari Yogya Diskusi Masalah Kepegawaian dan Manajemen Sekolah di SD Mugeb

Tamu dari Yogya berfoto bersama tuan rumah usai diskusi di SD Mugeb (Nasafi)

Sebanyak 80 guru Muhammadiyah se- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengunjungi SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, Jumat (16/11/2018). Mereka sharing tentang manajemen kepegawaian dan pengelolaan sekolah.

Rombongan dipimpin Ketua PDM Kota Yogyakarta Ashad Kusuma Djaya terdiri terdiri dari ketua Majelis Dikdasmen, ketua dan pengurus Badan Kerjasama SD Muhammadiyah, dan guru Ismuba.

Para tamu ini datang disambut tarian polisi cilik (pocil) dari siswa tuan rumah. Usai seremonial penyambutan, rombongan langsung menuju Averous Hall Room untuk sharing session dengan pengurus PCM, Majelis Dikdasmen dan kepala SD Mugeb, sebutan SD Muhammadiyah 1 GKB.

Topik diskusi sekitar upaya menjadikan sekolah Muhammadiyah memiliki kualitas. Bukan sekadar kuantitas pegawai dan siswa, tetapi memiliki kualitas pelayanan pendidikan.

Sekretaris PCM GKB Drs Muhammad Musaini menjelaskan, untuk merawat jumlah pegawai dalam jumlah besar dan berideologi Muhammadiyah itu tidaklah mudah. “Awal mendaftar boleh jadi tidak Muhammadiyah,” ujarnya.

Tapi setelah diterima, lanjutnya, kita kuatkan ideologi-ideologi Muhammadiyah dengan program yang dilakukan dua kali setiap bulan lewat pengajian.

Dalam kesempatan itu Ketua PDM Yogya Ashad Kusuma memberi hadiah dua buku karyanya kepada tuan rumah. Buku itu berjudul Gajah Mada dan Kasultanan Majapahit dan Gerakan Muhasabah Muhammadiyah. (Nasafi)

Guest Teacher Kelas 4

Kegiatan “Pajak Bertutur” di SD Mugeb

Berfoto bersama usai kegiatan Pajak Bertutur di SD Muhamadiyah 1 GKB Gresik

SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik menggelar kegiatan Pajak Bertutur bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik Utara, Jumat (9/11/18). Kegiatan ini diikuti siswa kelas VI sekolah berjulukan SD Mugeb itu.

Petugas Seksi Pelayanan KPP Mutiara Ni Mahdania mengatakan saat ini Direktorat Jenderal Pajak mengadakan Pekan Inklusi Pajak 2018. Program tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang pajak pada para pelajar. “Negeri ini dibangun tak lepas dari peran pajak. Jalan tol, jalan raya, dan jembatan. Itu semua dibangun dari pajak,” ujarnya.

Menurut dia, sebagai warga negara yang baik kita tidak boleh mengabaikan pajak. “Generasi Sadar Pajak, Pajak Kita untuk Kita,” ucapnya menyampaikan tagline.

Selain memberikan materi secara formal, para siswa juga diajak bermain game “Tangkap Telunjuk” diiringi cerita fiksi bermuatan nilai-nilai dan manfaat pajak. “Saat kakak menyebutkan kata pajak, kalian tangkap telunjuk teman kalian,” jelasnya.

My Love Malia Akamlina Avisiena, siswa kelas 5 Soedirman menceritakan saat melewati jalan tol selalu ada tarif yang harus dibayar dengan kartu e-Tol (e-money). “Kalau jalan tol cepet, tapi untuk masuk tol ada ‘pajaknya’. Kalau jalan raya gak pakai ‘pajak’,” ucapnya dalam sharing session.

Siswi yang bercita-cita menjadi dokter spesialis penyakit dalam ini mengaku senang dengan adanya program dirjen pajak ini. “Senang Pak, bisa mengerti manfaat pajak dan bentuk kartu NPWP juga,” katanya.

Di akhir acara, Mutiara menegaskan kembali semoga generasi SD Mugeb ini adalah generasi sadar pajak, yang taat membayar pajak tepat pada waktunya. (Nasafi)

X