Jadi Guest Teacher, Begini Komikus Ini Ajari Siswa SD Mugeb Bikin Komik

Arfyan Hendra Pamungkas di depan siswa.

SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik mendatangkan narasumber seorang komikus dalam acara Guest Teacher, Jumat (13/9/19).

Bertema “Belajar Bercerita lewat Komik”, tim wali kelas V mengundang Arfyan Hendra Pamungkas, praktisi komik sekaligus ilustrator.

Arfyan mengajak para siswa berpraktik langsung menyusun komik sederhana. Pria asal Sidoarjo ini memberikan contoh langkah awal dengan membuat dua kolom pada whiteboard. Kolom sebelah kanan ditulis tokoh baik sedangkan di kolom kiri ditulis tokoh jahat, disertai dengan nama tokohnya.

Para siswa pun antusias mengikuti ajakan Arfyan dan segera mengerjakan di lembar kertas A4 yang telah dipegang masing-masing.

Langkah selanjutnya adalah menggambar kedua tokoh tersebut. Arfyan memberikan contoh tokoh si Bawang dan si Goreng.

Selanjutnya, Arfyan menyampaikan ke anak-anak bahwa mereka harus mengetahui latar belakang cerita dari dua tokoh tersebut yaitu asal-usul rumahnya, kelebihan dan kelemahannya, agar segera dibuat masalahnya apa, solusi atau penyelesaiannya bagaimana. Barulah dapat dikembangkan menjadi cerita komik.

“Membuat komik harus punya wawasan dulu. Harus kenal tokoh dan tahu cara bercerita. Yang disampaikan pun harus simpel. Karakter yang dibangun seperti apa juga harus direncanakan untuk menentukan tema komiknya,” ujarnya saat ditemui PWMU.CO seusai acara.

Arfyan mengaku kaget dengan respon dari anak-anak. “Aktif banget anak-anak di sini. Sampai bingung banyak yang tanya. Kalau lebih detail penjelasannya, bisa sehari,” katanya.

Satu-persatu siswa maju untuk bertanya. Ada pula yang malu-malu menunjukkan gambarnya. Di akhir acara beberapa siswa  bahkan ada yang minta tanda tangan pada alumnus Universitas Negeri Surabaya tersebut.

Kyla Putri Dwianto, siswa kelas V-Ahmad Dahlan, mengaku senang dengan tema guest teacher kali ini. “Bagus sekali acara ini, jadi bisa tahu cara membuat komik,” ujarnya.

Roadshow 29 Penari Spemdalas sebelum Bertolak ke Jepang

29 Penari Spemdalas bersama siswa SD Mugeb

Anak-anak muda Indonesia perlu menyadari bahwa keberagaman itu menampakan kecantikan. Demikian dikatakan Anis Shofatun SSI MPd saat roadshow ke SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, Jumat (13/9/19).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik itu melakukan roadshow bersama 29 siswanya yang akan berangkat ke Jepang.

Spemdalas Study in Japan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 16-21 September 2019 mendatang. Sebelum berangkat, mereka melakukan roadshow ke beberapa sekolah, salah satunya SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb).

Dalam roadshow-nya, mereka menampilkan kolaborasi Tapak Suci dan enam tarian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sunda, Bali, dan Papua.

Tarian tersebut dibawakan secara apik lengkap dengan kostum daerah. Tepuk tangan siswa SD Mugeb riuh saat semua penari bergabung menjadi satu.

Anis mengatakan, ada pesan tersirat yang ingin disampaikan dalam tarian tersebut. “Dalam menyikapi perbedaan suku, ras, bahasa dan sebagainya diperlukan toleransi dan sikap saling menghargai dan menghormati,” jelas Anis.

Menurutnya, ini butuh terus disadarkan dan dipupuk terus bagi anak-anak muda di manapun termasuk jika berada di negara orang lain. “Maka penyadaran terhadap etika sosial dan literasi kebangsaan menjadi penting,” ujarnya.

Dia menambahan, Tapak Suci dan keenam tarian ini rencananya juga akan ditampilkan pada saat di Minami Gimu Gakuen Kyouiku School, Jepang. “Tujuannya adalah untuk memperkenalkan bahwa Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah tarian,” ujarnya.

Doa untuk Habibie Terus Mengalir, Kali Ini dari SD Mugeb

Suasana shalat ghaib siswa SD Mugeb

Duka atas wafatnya Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie turut dirasakan SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb).

Pada Kamis (12/9/19), yang ditetapkan pemerintah sebagai Hari Berkabung Nasional, SD Mugeb menggelar shalat ghaib untuk menghormati tokoh yang dikenal sebagai Bapak Teknologi itu.

Tak hanya untuk BJ Habibie. Shalat ghaib juga ditujukan untuk Praja Hermawan, ayah Puri Sakinah siswa kelas II-Marwah dan H Abdul Mukhlis, ayah Slamet Hariadi, salah satu pengrus Lazismu GKB. Keduanya juga telah berpulang.

Shalat ghaib berjamaah ini diikuti siswa kelas V dan VI dan dilaksanakan setelah shalat Dhuhur.

Kelas V melaksanakan shalat ghaib di selasar gedung baru sekolah dengan Ustadz Aditama SPdI bertindak sebagai imam. Sedangkan siswa Kelas VI melaksanakan shalat ghaib di aula diimami oleh Ustadz M. Taufiq SAg.

Taufiq mengatakan, shalat ghaib ini juga bertujuan untuk membentuk karakter sisw, agar peduli pada lingkungan, khususnya pada sesama (Muslim).

“Dengan melaksanakan shalat ghaib, berarti anak-anak telah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Muslim terhadap sesamanya,” ujarnya.

Praktik shalat ghaib ini menjadi bentuk aplikasi dari pembelajaran Al Islam. “Sebagai sarana pembelajaran langsung pada anak-anak, khususnya terkait materi shalat jenazah,” tambah Wakil Kepala Sekolah Bidang Umum SD Mugeb itu.

Taufiq juga menjelaskan dengan melakukan shalat ghaib dapat mengingatkan kita pada kehidupan yang sebenarnya. “Sebagai pengingat kita juga kalau hidup di dunia hanya sementara, ada kehidupan yang hakiki, sebenarnya di akhirat,” imbuhnya.

Bagi siswa kelas V, sambungnya, shalat ghaib ini merupakan pengalaman pertama. Namun bagi kelas VI bukan lagi hal yang baru karena sebelumnya mereka sudah pernah berpraktik shalat ghaib.

“Kalau kelas VI sudah pernah, dulu waktu mereka masih kelas V. Tapi untuk yang kelas V, sekarang ini baru pertama kali praktik bersama di sekolah,” terangnya.

Karina Athandini, siswa kelas VI-Abu Bakar, mengaku lebih khusyuk ketika mengikuti shalat ghaib dari pada saat kelas V dulu. “Alhamdulillah tadi shalatnya lebih khusyuk,” ujarnya.

Anak yang akrab disapa Karin ini juga menyelipkan doa bagi ketiga almarhum yang dishalatkan. “Sedih ya Pak Habibie wafat, kan banyak berkontribusi ya untuk Indonesia, tapi untuk ketiga almarhum semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah, dosanya dihapus, dan diringankan jalannya (menuju surga),” ungkapnya.

X