Belajar Kompas dan Mata Angin di Kemah Kepanduan HW SD Mugeb

SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik mengadakan kegiatan perkemahan Kemahiran Kepanduan Hizbul Wathan (HW), Jumat-Sabtu (22-23/11/19).

Bertempat di lapangan SD Mugeb, perkemahan tersebut diikuti 155 peserta siswa kelas VI. Selama dua hari satu malam peserta mengikuti serangkaian kegiatan. Dimulai dari apel, unjuk yel-yel, dilanjutkan materi kepanduan HW, jurit malam, serta qiyamullail dan motivasi.

Yugo Triawan MSi, pembina apel, mengungkapkan untuk tetap semangat mengikuti perkemahan sesuai semboyan HW yaitu fastabiqul khairat.

Perkemahan SD Mugeb ini bersinergi dengan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) demi membantu peserta memahami materi kepanduan HW tentang kompas bidik untuk menentukan arah mata angin.

Pertama peserta kemah diedukasi terkait kompas dan arah mata angin. Materi tersebut disampaikan oleh Ramanda Yugo—sapan Yugo Triawan di HW. Kedua, peserta ditunjukkan cara menggunakan kompas. Ketiga, peserta diminta untuk mencoba mencari sebuah titik arah serta menentukan arah kiblat shalat dibantu oleh Ikatan pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemdalas.

Azka Auli Tsurraya, salah satu peserta, mengaku awalnya tidak tahu cara menggunakan kompas. Itu adalah pengalaman pertama dia. “Setelah diajari ternyata mudah,” ujar Aiko sapaan akrabnya.

Selain menambah wawasan tentang kompas dan menentukan arah mata angin, kemah Kepanduan HW ini juga mempunyai tujuan melatih kedisiplinan dan kemandirian serta kekompakan.

Serunya Siswa SD Mugeb Kunjungi Museum Loka Jaya Crana dan Taman Flora

Siswa kelas II SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) mengikuti kegiatan Field Trip ke Museum TNI Angkatan Laut Loka Jaya Crana dan Taman Flora, Surabaya, Selasa (19/11/19).

Koordinator Tematik Kelas Bawah (I-III), Muflichatur Rohmah SPd, menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa. “Agar siswa tidak bosan belajar di kelas dan untuk menambah wawasan mereka,” terang Icha, sapaannya.

Field trip ini, lanjutnya, bertema ‘Mengenal Bangun Datar dan Bangun Ruang serta Mengenal Aturan di Tempat Umum’. “Tema field trip ini sesuai dengan tema 4 yang sudah mereka pelajari. Lami ingin anak-anak bisa belajar di luar kelas agar pengetahuan yang mereka dapat lebih konkret,” papar wali kelas II-Makkah itu.

Di museum, siswa diperlihatkan berbagai senjata, seragam, peralatan dan penghargaan TNI Angkatan Laut. Para siswa terlihat antusias. “Wah, pelurunya besar banget,” ucap Muhammad Zaky, siswa kelas II-Arafah.

Tak hanya itu, siswa juga diajak masuk ke Planetarium. Mereka diperlihatkan macam-macam planet dan rasi bintang. Suasana semakin seru saat lampu dipadamkan hingga terlihat bintang. “Agak takut ustadzah, kan gelap, tapi bagus banget bisa lihat bintang,” kata Sabrina Rahadatul Aisy, siswa kelas II-Arafah.

Sementara itu, selama di Taman Flora, siswa diajak berkeliling sambil mengidentifikasi aturan yang terdapat di taman. Sebelum pulang, para siswa menyempatkan untuk mengamati hewan dan memberi makan rusa yang ada di area taman.

Adzra Adzkiyaa Qomarullah, siswa kelas II-Madinah mengaku senang dengan kegiatan ini. “Enak, bisa jalan-jalan, dapat ilmu juga, apalagi aku pertama kali ke museum, selama di bus sama teman-teman juga seru,” ungkapnya.

Perayaan Milad Muhammadiyah di SD Mugeb Diikuti Penandatanganan Komitmen Siswa Menggapai Cita-Cita

Peringatan Milad Ke-107 Muhammadiyah di SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik diwarnai dengan penandatanganan komitmen siswa.

Senin pagi Senin (18/11/19), seluruh guru dan siswa sekolah mengikuti apel. Seusai upacara, siswa diajak nonton bareng (nobar) film Sang Pencerah. Di akhir nobar, Koordinator Pembiasaan SD Mugeb Aditama SPdI menjelaskan tentang perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam film yang baru saja ditonton itu.

Dia menyampaikan kepada siswa agar mereka punya komitmen ketika besar nanti. “Profesi apapun kalian nantinya kembalilah berjuang untuk Muhammadiyah seperti pesan KH Ahmad Dahlan,” ujarnya sambil mengutip pesan pendiri Muhammadiyah itu.

“Teruslah menuntut ilmu pengetahuan dan kembali kepada Muhammadiyah. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.

Setelah nobar, siswa menandatangani komitmen berjudul ‘Tetaplah Menuntut Ilmu Pengetahuan dan Kembalilah kepada Muhammadiyah’. Di situ ada beberapa profesi yang ditandatangani siswa, seperti guru, dokter, arsitek, pengusaha, tentara, psikolog, atau polisi.

“Semoga nanti kelak saat mereka sudah berhasil, mereka bisa ikut memajukan Muhammadiyah sesuai dengan bidang profesinya masing-masing,” ujar Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gresik ini.

Untuk memeriahkan suasana milad, siswa kelas I-III mengenakan kostum bertema profesi. Sedangkan kelas IV-VI mengenakan kostum Hizbul Wathan. Di antara kelas I-III ada yang jadi dokter, perawat, polisi, pilot, koki, astronot, dan lain-lain.

Keandra Saverio Dobyputra, siswa kelas 3-Al An’am, mengaku bercita-cita jadi polisi karena ingin melindungi adiknya. “Aku ingin jadi polisi karena aku ingin nglindungi adik,” katanya.

Sedangkan Naila Putri Adelia, kelas 3-An Nahl, ingin menjadi dokter mata. Naila bercerita kepada PWMU.CO, kalau ada teman di kelasnya yang sakit mata, Naila suka memeriksanya. Ini yang menjadi penyebab Naila ingin jadi dokter mata.

“Aku pernah meriksa mata temanku. Saya terawang, saya tanyai ini berapa? (sambil membentuk angka 3 di jarinya). Kalau gak bisa jawab berarti matanya bermasalah,” ungkap Naila.

Ke depan Naila menyatakan tidak akan lupa ke Muhammadiyah. “Lambang Muhammadiyah itu seperti matahari, alam semesta yang diciptakan oleh Allah,” ujarnya sambil tersenyum.

X