PERAN ORANG TUA DI ERA DIGITAL

Sabtu, 18 November 2017, SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengundang seorang trainer terkenal yaitu “Agni S mayangsari“ dan  seluruh wali siswa kelas 4 dalam SEMINAR PARENTING. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar SD MUGEB terhadap orang tua siswa. Adapun tema pada seminar ini adalah “ Peran Orang Tua di Era Digital “

Menurut Ibu Agni, ada tiga tahapan dalam memperlakukan anak, yaitu :

  1. Perlakukan anak sebagai RAJA, ketika anak berumur 0-7 tahun
  2. Perlakukan anak sebagai TAWANAN, ketika umur 7-14 tahun
  3. Perlakukan anak sebagai SAHABAT, ketika umur 14 tahun keatas

Peran Orang tua di Era digital adalah “ KIDS FIRST” yang berarti utamakan putra putri kita. Insyaallah apabila kita bisa mendampingi anak-anak dengan FIRST, mereka akan bisa mencapai potensi terbaik di zamannya.

FIRST itu singkatan dari :

F = Fokus maksudnya fokus pada tujuan kita mendidik putra putri sehingga mereka menjadi orang yang sukses di dunia maupun di akhirat serta bermanfaat bagi sesama.

I = Inovatif artinya kenali bahasa cinta putra putri kita. Bahasa cinta meliputi :  sentuhan fisik, kata-kata pendukung, hadiah, waktu yang berkualitas dan pelayanan. Maka dari itu kenali puta-putri kita termasuk yang mana sehingga kita tidak salah dalam memperlakukannya.

R = Responsif, artinya kita sebagai orang tua harus tanggap dengan apa yang terjadi pada anak kita

S = Sabar, artinya kita harus sabar menghadapi anak-anak kita yang setiap hari mengulangi kesalahan yang sama.

T = Tertib, artinya kita konsekuen dengan aturan yang sudah disepakati antara anak dengan orang tua.

Dalam acara ini, wali siswa sangat antusias sekali, hal ini dibuktikan adanya  beberapa pertanyaan yang disiapkan oleh wali siswa.

Memang di era digital,  putra putri kita tidak bisa terlepas  dari apa yang namanya HP ( media soaial ), tergantung kita sebagai orang tua harus pandai-pandai memprotek terhadap anak-anak, sehingga mereka bisa mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Semoga dengan kegiatan ini kita bisa menjadi orang tua yang menginspirasi putra putri kita , sehingga mereka bisa menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan di era digital.

Gema Mars Muhammadiyah Sebelum Menyaksikan “Nyai Ahmad Dahlan”

 Dikdasmen PCM GKB telah memberikan kesempatan kepada seluruh guru dan karyawan serta siswa-siswi kelas VII – XI untuk terus memperkuat ideologi Muhammadiyah.
Tidak hanya melalui forum-forum pengajian dan diskusi bahkan bioskop pun bisa menjadi penggugah ghirah ber-Muhammadiyah.
Dikdasmen PCM GKB telah meramaikan cinema 21 mall CITO Surabaya pada tanggal 6-7 September 2017. Sebanyak 1.044 kursi telah di booking full dan ditata dengan apik sesuai syariat islam, yaitu pemisahan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan.
Film Nyai ahmad dahlan sangat memotivasi kita terutama kaum perempuan untuk meneladani sosok walidah, nama Nyai. Film ini juga mengajarkan kita kaum wanita di era global yang dituntut untuk bisa berperan ganda, baik sebagi perempuan mandiri, istri, ibu, guru, tokoh agama, dan pejuang.

SEMANGAT MERAH PUTIH DI SD MUGEB

Dalam rang   ka memperingati HUT RI ke-72, Jum’at 17 Agustus 2017, SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengadakan upacara bendera di halaman sekolah. Upacara itu diikuti oleh siswa-siswi serta ustadz dan ustadzah SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik. Upacara tersebut dipimpin oleh Kevin Maulana dari kelas 5A dengan Pembina upacara Iptu Agus (Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik). Kegiatan tersebut berjalan lancar, tertib dan khidmat.

Selain mengadakan upacara, untuk memeriahkan HUT RI ke-72, SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik juga mengadakan pawai dan lomba-lomba. Dalam pawai tersebut siswa siswi serta ustad ustadzahnya menggunakan dresscode merah putih dengan rute pawai mulai depan Unmuh Gresik, bunderan GKB, kemudian masuk jalan belitung dan finish kembali ke sekolah.

Usai pawai acara selanjutnya adalah lomba-lomba 17-an, diantaranya lomba tarik tambang, estafet tepung, galon bocor, challenge ball dan balap karung pake helm. Acara berlangsung sangat seru. Siswa-siswi begitu bersemangat mengikuti lomba-lomba tujuh belasan. Mudah-mudahan dari acara tersebut siswa-siswi serta ustadz dan ustadzahnya dapat lebih memahami makna perjuangan para pahlawan.

Selamat ulang tahun Republik  Indonesia, Merdeka! Merdeka! Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka. Jayalah Mugebku Jayalah Indonesiaku. 

X